Kopi Robusta Jakarta | Kopi Hitam Robusta

Kopi Robusta Jakarta | Kopi Hitam Robusta | Manfaatkan Ampas kopi!

Kopi Robusta Jakarta | Kopi Hitam Robusta | Manfaatkan Ampas kopi!
Kopi Robusta Jakarta | Kopi Hitam Robusta | Manfaatkan Ampas kopi!

Ampas kopi lazimnya dimanfaatkan pulang sebagai scrub, masker wajah ataupun pupuk organik. Tapi, suatu perusahaan di Jerman punya teknik unik memanfaatkan ampas kopi, yaitu dengan menjadikannya sebagai bahan pembuat cawan dan tatakannya.

Melansir Oddity Central, perusahaan mempunyai nama Kaffeeform tersebut mengombinasikan ampas kopi yang sudah dikeringkan dengan biopolimer, yang kemudian disusun* menjadi cawan bergaya modern, dengan bonus tambahan, wewangian kopi.

Setiap cawan dibuat dari dua sendok santap ampas kopi. Mungkin, tersiar sedikit, dan tidak bakal bermasalah bila dilemparkan ke lokasi sampah. Namun, dengan banyaknya kopi yang diminum di semua dunia, ampas kopi dapat menimbulkan masalah baru.

Industri keelokan dan tumbuhan memang menolong dengan mendaur ulang ampas kopi menjadi scrub, masker ataupun pupuk. Tapi, jumlah ampas kopi yang terbuang di tempat pengasingan sampah akhir masih terbilang banyak.

Keprihatinan itulah yang menciptakan desainer produk asal Jerman Julian Lechner mengemukakan gagasan radikal tetapi inovatif guna mendaur ulang ampas kopi, yaitu* dengan menjadikannya bahan pembuat piranti makan.

Ide itu digagas Lechner ketika menghadiri kuliah di universitas di Bolzano, Italia. “Kami tidak jarang kali meminum kopi ketika kuliah, sebelum kelas, sesudah kelas, saat bertemu teman. Kami tidak jarang kali berkumpul di kedai kopi dan disitulah saya berpikir, apa yang terjadi dengan semua* ampas kopi itu. Semuanya selesai* di lokasi* sampah,” ujar Lechner.

Dia lantas berkonsultasi dengan profesornya untuk menciptakan ampas kopi menjadi bentik yang lebih solid. Tapi, diperlukan waktu sejumlah tahun sampai gagasan tersebut terwujud.

“Kami mengupayakan memadatkan ampas kopi dengan sekian banyak macam cara,” cerah Lechner. “Kami mengupayakan dengan memakai gula, tersebut nyaris sukses tapi kami melulu membuat gelas menjadi lengket dan hancur sesudah digunakan sejumlah kali.”

Intinya, sebut Lechner, ialah* menciptakan produk dari ampas kopi yang tahan lama.

Setelah puluhan percobaan yang gagal, Lechner beserta timnya di suatu institut riset mengejar kombinasi sempurna antara ampas kopi dan selulosa biopolimer, lignin serta resin alami, yang cocok dengan impian mula Lechner.

“Saat cawan itu dapat berdiri tegak, rasanya paling menyenangkan. Kami semua paling gembira. Apalagi sesudah kami berhasil meminum kopi dari cawan tersebut tanpa ada kehancuran setelahnya,” papar Lechner.

Disamping itu, sekarang inovasi Lechner bahkan berhasil secara komersial. Cangkir dan piring Kaffeeform telah tersedia di 10 toko di semua Eropa, bahkan perusahaan mereka sering kewalahan menangani pesanan. Kaffeeform memasarkan produk secara online.

“Sangat luar biasa andai melihat dari mana asal pesanan itu, laksana kafe di Arab Saudi, hotel Ritz Carlton di Toronto, bahkan museum Nobel di Oslo yang meminta produk kami untuk dipasarkan di toko mereka,” kata Lechner.

Dalam masa-masa dekat, Kaffeeform bakal merilis produk cawan yang lebih banyak untuk cappuccino, dan mereka pun merencanakan menciptakan tumbler praktis untuk para traveler. Di luar itu, Lechner bercita-cita bisa menciptakan sekian banyak inovasi produk lainnya memakai ampas kopi.

“Mungkin di masa mendatang kami akan membuat lembaran bahan yang dapat digunakan sebagai material furnitur,” harapnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *